Cara Tepat Merawat Batik Agar Tetap Awet
Berbeda
dengan kain pada umumnya, kain batik perlu perawatan khusus. Hal ini bertujuan
untuk menjaga agar warnannya tidak luntur atau pudar, serta materialnya tetap
awet bertahun-tahun. Yuk, langsung saja intip bagaimana cara yang tepat merawat
kain batik berikut!
Punya
koleksi bahan batik atau pakaian berbahan batik? Untuk menjaganya tetap awet,
butuh usaha ekstra untuk merawat batik. Perawatan ini perlu dilakukan terlebih
untuk batik yang dibuat dengan proses tradisional (Batik Tulis, Batik Cap,
dll). Perhatikan mulai dari proses pencucian, penjemuran, serta penyimpanannya
ya, Beautynesian. Berikut tips merawat kain batik yang perlu kamu
lakukan:
1. Cara Mencuci Kain Batik
Source:
http://putorah.blogspot.co.id/
a. Hindari
penggunaan detergen. Sebab
deterjen memiliki zat kimia yang terlalu keras untuk kain batik sehingga dapat
membuat warnanya mudah pudar.
b. Gunakan cairan khusus (lerak). Sebagai pengganti detergen, kamu bisa mencuci kain batik dengan menggunakan lerak. Buah lerak atau daun tanaman dilem juga bisa digunakan untuk mencuci batik. Caranya, buah lerak atau daun dilem diremas hingga mengeluarkan busa, lalu tambahkan air untuk mencuci kain. Selain membuatnya bersih, aroma alami yang didapat dari buah lerak dan daun dilem dapat mencegah hewan kecil yang dapat merusak kain.
c. Kucek dengan lembut. Saat mencuci kain batik, kamu hanya perlu menguceknya secara lembut dan halus agar teksturnya tidak rusak.
d. Tidak perlu diperas. Jika diperas, kamu akan membuat kain batikmu lecek dan mudah rusak. Cukup tarik bagian ujung kain saja agar kain batik tetap lurus.
FYI, jika kain batikmu tidak terlalu kotor, kamu bisa merendamnya dengan air hangat saja, tidak perlu dicuci menggunakan lerak. Namun jika kain batik terkena noda makanan, kamu bisa membersihkannya dengan menggunakan sabun mandi atau kulit jeruk dengan mengusapkannya ke bagian yang kotor.
b. Gunakan cairan khusus (lerak). Sebagai pengganti detergen, kamu bisa mencuci kain batik dengan menggunakan lerak. Buah lerak atau daun tanaman dilem juga bisa digunakan untuk mencuci batik. Caranya, buah lerak atau daun dilem diremas hingga mengeluarkan busa, lalu tambahkan air untuk mencuci kain. Selain membuatnya bersih, aroma alami yang didapat dari buah lerak dan daun dilem dapat mencegah hewan kecil yang dapat merusak kain.
c. Kucek dengan lembut. Saat mencuci kain batik, kamu hanya perlu menguceknya secara lembut dan halus agar teksturnya tidak rusak.
d. Tidak perlu diperas. Jika diperas, kamu akan membuat kain batikmu lecek dan mudah rusak. Cukup tarik bagian ujung kain saja agar kain batik tetap lurus.
FYI, jika kain batikmu tidak terlalu kotor, kamu bisa merendamnya dengan air hangat saja, tidak perlu dicuci menggunakan lerak. Namun jika kain batik terkena noda makanan, kamu bisa membersihkannya dengan menggunakan sabun mandi atau kulit jeruk dengan mengusapkannya ke bagian yang kotor.
Cara Mengeringkan Kain Batik
source:
https://ceritakain.wordpress.com/category/travel/lasem/page/2/
Setelah
dicuci, batik tidak perlu diperas apalagi dikeringkan dengan mesin pengering.
Cukup keringkan secara alami dengan dijemur atau diangin-anginkan. Hindari
menjemur di bawah matahari terik secara langsung. Terpaan sinar matahari terik
dapat memudarkan warna batik, lho.
2. Cara Menyetrika Kain Batik
source:
http://inibangsaku.com/kain-sasirangan-kalimantan-selatan/
Saat
menyetrika, cukup disetrika bagian dalam saja. Atau jika bagian luar cukup
kusut, kamu bisa menyetrika dengan melapisi bawahnya menggunakan kain
bersih terlebih dahulu. Saat menyetrika hindari penggunaan cairan pengharum
karena bisa merusak warna pada corak kain batik tersebut. Namun, jika kamu
tetap ingin kain batikmu wangi, kamu bisa menyemprotkan pewangi pada kain
bersih yang menjadi alas. Setelah itu, kamu perlu mengatur suhu setrika atau
uap dengan tidak terlalu panas.
3. Cara Menyimpan Kain Batik
source:
http://www.tradisikita.my.id/2015/05/oleh-oleh-khas-garut_26.html
Saat menyimpan batik di lemari ini
perlu kamu perhatikan. Kamu perlu membungkus kain batik kamu dengan plastik
atau kertas. Lalu menyimpannya bersama pewangi yang dapat mengusir serangga
kecil, seperti akar-akar alami. Hindari pemberian kapur barus dan zat kimia
lain karena dapat merusak warna kain.
Oh iya, jangan lupa untuk mengangin-anginkan kain batik yang disimpan di dalam lemari setiap dua minggu sampai satu bulan sekali ya, Beautynesian! Hal ini bertujuan agar kain batik tidak lembap. Cukup jemur selama 10-15 menit pada pagi hari, kemudian simpan kembali. Selamat mencoba!
Oh iya, jangan lupa untuk mengangin-anginkan kain batik yang disimpan di dalam lemari setiap dua minggu sampai satu bulan sekali ya, Beautynesian! Hal ini bertujuan agar kain batik tidak lembap. Cukup jemur selama 10-15 menit pada pagi hari, kemudian simpan kembali. Selamat mencoba!
Source : Beautynesia.id
Komentar
Posting Komentar